MEDAN — Kegiatan Kongres V KORNAS GERBRAK yang sebelumnya dijadwalkan berlangsung dalam waktu dekat akhirnya resmi ditunda. Keputusan tersebut diambil oleh panitia Steering Committee (SC) dan Organizing Committee (OC) setelah Koordinator Nasional Saharuddin dikabarkan gagal berangkat menghadiri agenda penting tersebut karena alasan kesehatan.
Penundaan kongres ini disampaikan sebagai bentuk penghormatan sekaligus kepedulian terhadap kondisi kesehatan Saharuddin yang selama ini dikenal aktif membangun komunikasi dan konsolidasi organisasi di berbagai daerah. Keputusan tersebut juga telah melalui pembahasan bersama panitia pelaksana demi menjaga kondusivitas dan kelancaran agenda organisasi secara menyeluruh.
Panitia SC/OC menegaskan bahwa Kongres V KORNAS GERBRAK akan dijadwalkan kembali pada momentum Hari Anti Korupsi Sedunia (Harkordia) 2026. Momentum tersebut dinilai sangat tepat karena sejalan dengan semangat perjuangan GERBRAK dalam mendorong penguatan pengawasan sosial, transparansi, serta gerakan moral melawan praktik korupsi di Indonesia.
Meski mengalami penundaan, semangat kader dan pengurus GERBRAK di seluruh daerah disebut tetap solid dan terus bergerak menjalankan program-program organisasi. Banyak pihak juga turut memberikan doa dan dukungan agar Saharuddin segera pulih dan dapat kembali menjalankan aktivitas organisasi seperti biasa.
Sejumlah tokoh dan kader GERBRAK menyampaikan bahwa penundaan ini bukan menjadi hambatan, melainkan bagian dari upaya menjaga kebersamaan serta memastikan Kongres V nantinya dapat berjalan lebih matang, lebih besar, dan menghasilkan keputusan strategis bagi masa depan organisasi.
Dengan ditundanya agenda kongres tersebut, seluruh kader dan simpatisan GERBRAK diimbau tetap menjaga solidaritas, memperkuat koordinasi, dan terus mendukung perjuangan organisasi dalam mengawal aspirasi masyarakat serta semangat pemberantasan korupsi di Tanah Air.Red