BANDA ACEH – Pengurus Pusat Komunitas Sedekah Jumat (KSJ) resmi mempercayakan kepemimpinan KSJ Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) kepada Abi Ruli Hafidhat, SE, MM untuk periode 2026–2029. Penunjukan tersebut disampaikan langsung oleh Ketua Umum KSJ Pusat, Saharuddin, dalam rangkaian kegiatan KSJ Edisi ke-264 yang digelar di Banda Aceh, Jumat (29/5/2026).
Kegiatan yang dirangkai dengan agenda Silaturahmi Iduladha 1447 Hijriah itu berlangsung penuh kehangatan, kekeluargaan, dan semangat kebersamaan antara pengurus serta relawan KSJ dari berbagai daerah.
Momentum tersebut menjadi langkah awal dalam memperkuat eksistensi dan peran KSJ di Aceh sebagai organisasi sosial kemasyarakatan yang bergerak di bidang kemanusiaan, keagamaan, dan pemberdayaan masyarakat.
Ketua Umum KSJ Pusat, Saharuddin, mengatakan penunjukan Abi Ruli Hafidhat telah melalui berbagai pertimbangan matang, mulai dari pengalaman sosial, kemampuan membangun komunikasi lintas kalangan, hingga rekam jejak pengabdian kepada masyarakat.
“KSJ Pusat memberikan amanah dan kepercayaan kepada Saudara Abi Ruli Hafidhat, SE, MM untuk memimpin KSJ Provinsi Aceh periode 2026–2029. Kami berharap di bawah kepemimpinan beliau, KSJ Aceh dapat berkembang lebih baik dan mampu menjalankan agenda rutin sosial kemasyarakatan sebagaimana yang telah berjalan di berbagai daerah di Indonesia,” ujar Saharuddin melalui pesan WhatsApp kepada media.
Dalam kunjungannya ke Banda Aceh, Saharuddin juga melaksanakan silaturahmi bersama sejumlah tokoh masyarakat dan relawan KSJ. Kegiatan diawali dengan kunjungan ke kediaman Ipda Syamsul Rizal, SH di Jalan Banda Aceh–Medan Km 12, Desa Niron, Kecamatan Sukamakmur, Aceh Besar.
Menurut Saharuddin, sosok Abi Ruli dinilai memiliki komitmen sosial yang tinggi serta pengalaman yang mumpuni dalam mendukung perkembangan organisasi di Aceh. Selain aktif di berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan, Abi Ruli juga diketahui merupakan Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Provinsi Aceh.
“Kami meyakini Saudara Ruli mampu mengemban amanah sosial ini dengan baik dan sesuai harapan bersama. Sebelumnya kami juga pernah sukses melaksanakan program sosialisasi dan penanaman bibit aren di sejumlah wilayah bersama beliau. Dengan pengalaman dan jaringan yang dimiliki, kami optimistis KSJ Aceh akan semakin berkembang,” katanya.
Ia menegaskan bahwa KSJ bukan sekadar komunitas sosial biasa, melainkan wadah ibadah dan pengabdian yang hadir untuk membantu masyarakat melalui aksi nyata yang langsung menyentuh kebutuhan warga.
“KSJ hadir sebagai lembaga amal sosial yang bergerak untuk ibadah dan pengabdian. Apa yang dilakukan hari ini merupakan bagian dari tabungan amal untuk akhirat. Harapan kami, keberadaan KSJ dapat terus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya di Provinsi Aceh,” ungkap Saharuddin.
Ke depan, KSJ Provinsi Aceh diharapkan mampu menjalankan berbagai program sosial rutin, seperti Sedekah Jumat, santunan anak yatim, bantuan untuk kaum dhuafa, aksi tanggap bencana, hingga kegiatan pemberdayaan masyarakat berbasis sosial dan keagamaan.
Dengan terbentuknya kepengurusan baru di Aceh, KSJ Pusat berharap organisasi tersebut semakin dikenal luas dan menjadi jembatan kepedulian sosial bagi masyarakat yang membutuhkan.Red